Pertanyaan yang paling sering masuk ke tim kami hampir selalu sama: berapa lama sampai visanya jadi? Jawaban jujurnya adalah bahwa yang ada hanyalah rentang, bukan tanggal pasti. Namun rentang itu dapat diperkirakan cukup akurat bila Anda tahu apa saja yang memengaruhinya.
Estimasi menurut negara tujuan
Angka berikut adalah rentang yang kami pakai untuk perencanaan pada periode normal, terhitung sejak berkas diterima kedutaan atau pusat aplikasi visa:
- Schengen (Jerman, Belanda, Prancis, Italia, Spanyol, dan lainnya): 10–15 hari kerja, dapat diperpanjang hingga 45 hari kalender bila diperlukan pemeriksaan lanjutan.
- Inggris: 15–20 hari kerja untuk Standard Visitor Visa.
- Amerika Serikat: mengikuti ketersediaan jadwal wawancara, yang bisa jauh lebih menentukan daripada proses pencetakan visanya sendiri.
- Kanada: 20–30 hari kerja, termasuk perekaman biometrik.
- Australia: 15–25 hari kerja untuk Visitor Visa subclass 600.
- Jepang: 6–8 hari kerja.
- Korea Selatan: 7–10 hari kerja.
- China: 7–10 hari kerja.
- Singapura dan Uni Emirat Arab: 3–5 hari kerja untuk e-visa.
Rincian per destinasi, termasuk jenis visa dan biaya layanan, tersedia di halaman negara tujuan kami.
Empat hal yang membuat proses melambat
Musim. Juni hingga Agustus dan menjelang libur akhir tahun adalah puncak permohonan visa Eropa. Pada periode ini, slot appointment habis lebih cepat dan waktu proses cenderung berada di ujung atas rentang.
Kelengkapan berkas. Satu dokumen yang kurang berarti kedutaan mengirim permintaan tambahan, dan penghitungan waktu praktis dimulai ulang setelah dokumen itu diterima.
Profil pemohon. Pengajuan pertama kali, pemohon tanpa riwayat perjalanan, atau tujuan kunjungan yang tidak umum berpotensi memicu pemeriksaan tambahan.
Hari libur. Kedutaan mengikuti hari libur negara asal sekaligus hari libur nasional Indonesia. Menjelang Natal, Tahun Baru, dan Lebaran, jumlah hari kerja efektif berkurang cukup banyak.
Jadwal mundur yang aman
Untuk perjalanan ke Eropa, Amerika Utara, atau Australia, patokan kami adalah sebagai berikut:
- 10–12 minggu sebelum berangkat: tentukan tanggal dan negara tujuan, mulai membangun riwayat rekening yang rapi.
- 8 minggu sebelum: kumpulkan dokumen kerja, keuangan, dan aset.
- 6–7 minggu sebelum: susun itinerary, siapkan reservasi tiket dan hotel, ambil slot appointment.
- 4–6 minggu sebelum: berkas masuk, biometrik direkam.
- 2 minggu sebelum: visa idealnya sudah terbit — barulah beli tiket sungguhan.
Untuk destinasi Asia dengan proses lebih cepat, jadwal ini dapat dipadatkan menjadi sekitar empat minggu, tetapi jangan lebih mepet dari itu.
Adakah layanan percepatan
Beberapa negara menyediakan layanan prioritas berbayar, misalnya Inggris dan Kanada, yang dapat memangkas waktu proses secara signifikan. Kawasan Schengen umumnya tidak menyediakan opsi percepatan resmi untuk visa turis. Waspadai pihak yang menjanjikan "visa kilat" untuk negara yang tidak punya jalur cepat resmi — janji semacam itu tidak memiliki dasar.
Aturan paling sederhana tetap yang paling ampuh: jangan membeli tiket sebelum visa terbit, dan beri diri Anda satu minggu cadangan di luar semua estimasi.
Bagikan artikel ini